Jumat, 22 Juni 2012

Balada Pengundangan Makhluk bernama Raditya Dika

  Masih terekam jelas perjalanan panjang bagaimana segerombolan orang yang sok pede,  punya ide briliant bin gila untuk mengadakan acara yang berbeda dari biasanya. yah  kami sering menyebut diri kami Manusia Biru, kenapa manusia biru? karena kami menguni sebuah kotak yang kira-kira berukuran 8 x 4 di cat berwarna biru, nangkring di sudut ruangan panjang kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan. Secara resmi kami bernama EDSA(English Department Student Association), sebuah HMPS di fakultas FKIP.
Suatu malam ketika itu sedang musim ujian mid-semester genap, kami merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan pada satu periode kepengurusan mendatang. Suasana kala itu sangat mencekam, udah kayak depat kusir 4 kubu yang akan merebutkan satu kursi kepemimpinan. Akhir dari rapat tersebut adalah kita harus menyusun ulang program kerja masing-masing divisi,termasuk divisiku yang yang bernama divisi penalaran. oke fine! kita semua sepakat untuk rapat dan membenahi rencana program kerja yang akan kita laksanakan selama satu masa jabatan ke depan.
***

Sebagai koordinator divisi penalaran, aku berusaha sebijak mungkin mengatasi masalah perombakan proker yang memang harus dilakukan karena satu alasan yang mungkin tak bisa aku share di sini (ini rahasia perusahan kami) hehehe. Sore itu, kita sepakat untuk mengadakan rapat di kantor EDSA atau sering kita sebut kotak biru.
Rapat berlangsung khitmat, karena kita semua pusing program semacam apa yang pas untuk menggantikan program kita yang lalu. kita semua terdiam sambil berfikir dan mencari-cari ide.
"gimana kalu kita bikin acara tentang tulis menulis tapi bukan tang PKM-PKM gitu, yang penulisan kreatif" celetuk salah satu member penalaran.
"eh.. sebentar, coba search di internet tentang penulisan kreatif" kataku lemes.
sampai pada kita ketemu dengan sebuah blog berwarna coklat ada gambar sosok yang tidak asing buat para blogger dan pecinta buku komedi, blognya RADITYA DIKA.
"ahaaa... TALKSHOW PENULISAN KREATIF BINTANG TAMUNYA RADITYA DIKA "celetuk salah satu anggota rapat yang saya sedikit lupa siapa tepatnya yang memunculkan ide pertama itu.
HENING. Lalu kita semua mengerutkan dahi dan tertawa..
"hahahahhahahha... emang kita punya duit, emang dia mau gitu dateng ke kampus kita!" gumamku dalam hati.
Karena kita semua sudah stag, kita anggap lelucon yang baru saja kita rumuskan sebagai program pengganti proker kita yang lalu. hanya ada 2 kemungkinan: ketika presentasi proker ke BPH aku akan diterwakan dan dicibir atau semua sepakat karena lelucon ini adalah gebrakan baru di sepanjang sejarah perjalanan EDSA.
hari itu tiba, aku selaku koordinator mempresentasikan program kerja dengan gagah berani, pede maksimal tapi dengan gaya bicara yang lemah lembut(hah).
singkat cerita setelah presentasi proker itu, hampir semua satu suara KITA HARUS MENCOBANYA. OKE! nomor telepon manager Raditya Dika sudah ditangan, prosedur pengundangannya pun sudah kita ketahui,dan fee yang harus dibayarkan pun sudah kita ketahui dan ternyata dibawah prediksi kita. titik aman pertama sudah dilalui.
***
karena program kerja kita banyak, selama kurang lebih 3 bulan setelah tercetusnya ide tersebut kita belum melakukan persiapan apa-apa. sampai pada bulan Ramadan kita baru membentuk kepanitian, kebetulan aku jadi sekretaris. tugas pertamaku adalah membuat proposal yang kemudian dikirimkan ke pihak management Raditya Dika.liku-liku pertama : aku salah mengirimkan proposal ke email pribadi Radit, seharusnya ke management. sampai aku harus 2 kali menelpon managernya menanyakan tentang balasan email dari pihak sana. sekitar 2 minggu kami menunggu balasan email dari pihak management, seiring dengan itu pikiran berkecamuk, "aduh jangan-jangan mereka gag approve proposal kita yaa," ceritaku setiap  masuk ke kotak biru. "aaah, gag paling belum aja" kata temen-temen berusaha menyemangati. sampai pada suatu hari aku menelpon Kak Wira managernya dan dia bilang "kirim ulang aja ke emailnya management@radityadika.com"
setelah ku kirim ulang pihak management tak lama kemudian ada balasan dari sana.
liku-liku kedua: balasan itu memang membahagiakan karena artinya pihak management Raditya Dika approve proposal kita tapi ada masalah besar mengintai, masalah itu bernama DANA. fee Raditya Dika memang lumayan terjangkau tapi Ridersnya bikin mata terbelalak-- flight pp harus Garuda Indonesia untuk hotel minimal bintang 4 international class dan disiapkan 2 kamar. Gedubraaaakkk. 
langsung kita adakan meeting permasalahan ini, dalam meeting tersebut hanya ada satu agenda memutuskan apakah kita akan lanjut untuk mengadakan acara ini atau kita mundur dan mengadakan kegiatan yang sama tapi pembicaranya diganti. setelah sedikit berdebat dan menimbang banyak hal kita semua sepakat untuk GO ON.. insyaAllah kalau niatnya baik nanti ada jalan. 
dengan tekat yang membara untuk mewujudkan satu gebrakan dengan membuat kegiatan yang mendatangkan pembicara berkelas dan optimisme yang tinggi (tapi boleh juga dibilang nekat) kita semua mulai untuk menyusun rencana tentang teknis kegiatan dan matrikulasi waktu. 
tanggal 15 Oktober 2011, aku mengirimkan surat kontrak ke pihak management yang kemudian langsung ditandatangani oleh Raditya Dika dan send back ke panitia 5 hari setelahnya. setelah aku melihat amplop coklat berbungkus plastik bertuliskan nama perusahan pengiriman terkenal itu, aku speechless.. dalam hati "haaaaaaaa, mimpi kita sebentar lagi teri calon wujud". setelah kontrak sudah ditandatangi, perasaan lega tentunya ada karena rencana kegiatan ini tidak lagi blur, Raditya Dika sudah pasti me-lock tanggal 3 desember untuk datang ke kampus UAD.

***
persiapanpun dilakukan, kita semua berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi calon tamu kita yang seorang artis, komedian dan penulis terkenal ini. persiapan dari yang hal kecil sampai yang besar dari yang mulai rute perjalanan, tempat dia makan, rute ke ruang transit dan banyak hal yang lainnya. 
tiket sold out adalah pencapaian pertama yang melegakan kami, minimal 300 peserta tidak akan membuat kita mengencangkan ikat pinggang.






Kamis, 21 Juni 2012

the way I love u


hari kemarin tepatnya tanggal 21 Juni 2012, ada banyak hal yang membuat aku gusar. dateline tugas yang semakin mencekik, persis kaya' mau ditagih utang dan lagi bener-bener gag punya duit, hehehe
well, time is running so fast. JLEEG tau-tau udah jam dua padahal nongkrong di perpus dari jam 10 pagi. sambil nongkrong di perpus, otakku lari kemana-kemana. yaah, i'm waiting for a very short message dari si gendut. hari ini emang sengaja gag sms duluan buat ngetest gitu ceritanya.
singkat cerita saking BETEnya aku memutuskan pulang dan ngeles(lumayan lah 30rb buat tambah ongkos PPL ), yang tadi rencananya mau dibatalin karena gue GR bakalan "dilibatkan" (makna tersirat ini biarlah saya yang tahu). 

terlalu banyak berfikir sebenarnya tidak baik juga untuk pencernaan, tapi sekali sekali perlulah yaa... sekedar untuk membuat yakin. hehehe

sampai pada akhirnya senjata terakhir seorang perempuan yang tak sanggup mengungkapkan isi hatinya dikeluarkan,, MENANGIS...

sampai pada akhirnya menguatkan hati, berfikir jernih dan bicaksana lalu update status...
" tidak semua hal yang penting itu harus diungkapkan, manusia sering lalai tapi Tuhan tak pernah tidur, siapa berlapang memberi maaf dan berusaha ikhlas pasti tak ada yang sia-sia"

trus activitas menghibur diri dilanjutkan dengan mendownload lirik lagu BCL seperti dibawah ini, yang sangat mewakili perasaanku.
Kecewa

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S'kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah...

Hampa kesal dan amarah
S'luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu...
Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa...

Sedetik menunggumu disini, s'perti seharian
Berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang             

Jumat, 13 April 2012

keputusan baru yang mengharu biru


Aku benar-benar menjadi pesakitan karena keputusan ini... sudah kutimbang masak-masak.. kesimpulan dan keputusan sudah diambil..
Kalau menyakiti apakah ini menjadi keberkahan untuk ku.. bagaimana bisa aku bersenang di atas pedihnya luka sahabatku.. ingin rasanya kuulang waktu..  lalu aku membatalkan agenda yang rapih tersusun itu.. indah dalam diriku dan dirinya tapi suram untuk yang lain..
Tangisku kali ini tak perlu mereka tahu.. karena dulupun aku pernah menangis dan aku tak bisa mempertanggungjawabkan tangisku.. lalu aku terjebak dalam kubangan perasaan yang ternyata gayungnya bersambut.. senyum senyum senyum dan bahagia kudapat.. tapi aku juga pedih merasakan sesak yang dia rasakan... aku tau rasanya.. teramat pedih...
Tuhan-ku yang Maha Tahu.. berkahilah, luruskanlah yang mungkin sebelumnya belum lurus.. hanya Engkau yang tahu bukan orang lain.. aku tahu bahagiaku tak hanya terletak pada kesungguhan hati yang saling mencinta tapi juga kebermanfaatan bagi orang lain dan barokahMu.
Dia, sahabat karibku.. dia yang menyayangi yang juga kusayangi.. aku memang datang belakangan aku adalah penyusup diantara kubangan perasaan.. terlalu sulit diungkapkan....
Perasaan meman tidak pernah salah dan dia sering sekali berhenti di tempat yang tidak tepat...

Rabu, 07 Maret 2012

soal latihan USEK Bahasa Inggris SD



PRE-FINAL EXAMINATION TEST
ENGLISH FOR 6TH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL
 

Choose your answer by crossing (x)the choices !
The following dialog is for number 1-2
1.    Sam : “Hallo.. Are you a new student?”
Candra  : “Yes, I’m Joe Candra,you may call me Candra, and you”
Sam : “oh, nice too meet you Candra, I’am Sam. May I know about yourself?”
Candra : “Sure… I’m 10 years old, I come from Makasar, my father is a policeman he has just moved to here, and I lived in Masjid Agung street, Bantul”
Sam :”Woow… welcome to our class”
What is Joe’s nickname?
a.       Sam
b.      Joe
c.       Candra
d.      Joe Candra
2.    What does Candra’s father do?
a.       A new student
b.      Policeman
c.       Masjid Agung street
d.      From Makasar

Kamis, 19 Januari 2012

Don't say, it will be the last...

"Lalu, kemana esok aku akan menumpang ketika badanku lelah dan jenuh melakukan rutinitas-rutinitas yang menguras energi?" pertanyaan hari ini yang hari ini terbesit di relung hatiku yang paling dalam. Yaah.. today would be the last day of being EDSA's member. hari ini laporan pertanggungjawaban sudah kubacakan sebagai seorang koordinator divisi, maaf sudah kusampaikan dan sepertinya telah cukup waktuku bersama keluarga biru ini. "telah cukup waktuku" kata ini teramat sulit memang diungkapkan tapi we have to...administrasi a mengharuskan kami melepas ikatan yang biru yang telah lama kami pelihara agar tidak rusak dan usang. berat.. iya berat sekali.. seperti beratnya ketika aku melepas kakakku di rantau.. dan kini aku harus melepas kakak dan adikku untuk menjalani kehidupan masing-masing tanpa satu ikatan yang sedikit banyak mengharuskan kita selalu bersama-sama dalam duka dan suka. 
mereka, manusia biru tidak pernah lelah hadirkan warna dalam hidupku. "Vitaaaa, kanjeeng mami, pthot, gembhel, nyempreeng" panggilan panggilan yang mungkin akan jarang kudengar di hari-hariku ke depan. "nge-moo(kedai susu yang jadi tempat favorit anak-anak bersukaria) yuuk" lagi ke depan mungkin aku akan jarang dapat ajakan itu. 
***
Pak Heri, sang ketua EDSA, gaya menyebalkan(jahil) ala Bapak-Bapak selalu hadir ketika kita mengadakan rapat, kadang dia bikin geram karena sikapnya yang selalu menganggap semuanya enteng. dibalik sikap menyebalkannya satu hal yang kuingat dan sangat ingin kucontoh. manusia itu sangat pandai menempatkan diri dan luwes dalam pergaulan. Pak heri, aku pasti akan merindukan bentuk kepala microfonemu.. ^^
lalu ada si wakil ketua yang bernama Mas Faichun.. dia punya hobby kehilangan underwear.. menurutku ini adalah buah dari perbuatannya yang selalu berpikiran dari perut ke bawah setiap bercanda.. hahaha. makhluk ini sangat menginspirasi, gigih dan pantang menyerah. 
ada lagi Tong sampahku yang bernama Melathi, sosok pendiam yang menyejukan ini selalu mendengarkan sampah-sampahku.. terima kasih 
yang lain masih banyak lagi..
to be continue....