Jumat, 22 Juni 2012

Balada Pengundangan Makhluk bernama Raditya Dika

  Masih terekam jelas perjalanan panjang bagaimana segerombolan orang yang sok pede,  punya ide briliant bin gila untuk mengadakan acara yang berbeda dari biasanya. yah  kami sering menyebut diri kami Manusia Biru, kenapa manusia biru? karena kami menguni sebuah kotak yang kira-kira berukuran 8 x 4 di cat berwarna biru, nangkring di sudut ruangan panjang kampus 2 Universitas Ahmad Dahlan. Secara resmi kami bernama EDSA(English Department Student Association), sebuah HMPS di fakultas FKIP.
Suatu malam ketika itu sedang musim ujian mid-semester genap, kami merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan pada satu periode kepengurusan mendatang. Suasana kala itu sangat mencekam, udah kayak depat kusir 4 kubu yang akan merebutkan satu kursi kepemimpinan. Akhir dari rapat tersebut adalah kita harus menyusun ulang program kerja masing-masing divisi,termasuk divisiku yang yang bernama divisi penalaran. oke fine! kita semua sepakat untuk rapat dan membenahi rencana program kerja yang akan kita laksanakan selama satu masa jabatan ke depan.
***

Sebagai koordinator divisi penalaran, aku berusaha sebijak mungkin mengatasi masalah perombakan proker yang memang harus dilakukan karena satu alasan yang mungkin tak bisa aku share di sini (ini rahasia perusahan kami) hehehe. Sore itu, kita sepakat untuk mengadakan rapat di kantor EDSA atau sering kita sebut kotak biru.
Rapat berlangsung khitmat, karena kita semua pusing program semacam apa yang pas untuk menggantikan program kita yang lalu. kita semua terdiam sambil berfikir dan mencari-cari ide.
"gimana kalu kita bikin acara tentang tulis menulis tapi bukan tang PKM-PKM gitu, yang penulisan kreatif" celetuk salah satu member penalaran.
"eh.. sebentar, coba search di internet tentang penulisan kreatif" kataku lemes.
sampai pada kita ketemu dengan sebuah blog berwarna coklat ada gambar sosok yang tidak asing buat para blogger dan pecinta buku komedi, blognya RADITYA DIKA.
"ahaaa... TALKSHOW PENULISAN KREATIF BINTANG TAMUNYA RADITYA DIKA "celetuk salah satu anggota rapat yang saya sedikit lupa siapa tepatnya yang memunculkan ide pertama itu.
HENING. Lalu kita semua mengerutkan dahi dan tertawa..
"hahahahhahahha... emang kita punya duit, emang dia mau gitu dateng ke kampus kita!" gumamku dalam hati.
Karena kita semua sudah stag, kita anggap lelucon yang baru saja kita rumuskan sebagai program pengganti proker kita yang lalu. hanya ada 2 kemungkinan: ketika presentasi proker ke BPH aku akan diterwakan dan dicibir atau semua sepakat karena lelucon ini adalah gebrakan baru di sepanjang sejarah perjalanan EDSA.
hari itu tiba, aku selaku koordinator mempresentasikan program kerja dengan gagah berani, pede maksimal tapi dengan gaya bicara yang lemah lembut(hah).
singkat cerita setelah presentasi proker itu, hampir semua satu suara KITA HARUS MENCOBANYA. OKE! nomor telepon manager Raditya Dika sudah ditangan, prosedur pengundangannya pun sudah kita ketahui,dan fee yang harus dibayarkan pun sudah kita ketahui dan ternyata dibawah prediksi kita. titik aman pertama sudah dilalui.
***
karena program kerja kita banyak, selama kurang lebih 3 bulan setelah tercetusnya ide tersebut kita belum melakukan persiapan apa-apa. sampai pada bulan Ramadan kita baru membentuk kepanitian, kebetulan aku jadi sekretaris. tugas pertamaku adalah membuat proposal yang kemudian dikirimkan ke pihak management Raditya Dika.liku-liku pertama : aku salah mengirimkan proposal ke email pribadi Radit, seharusnya ke management. sampai aku harus 2 kali menelpon managernya menanyakan tentang balasan email dari pihak sana. sekitar 2 minggu kami menunggu balasan email dari pihak management, seiring dengan itu pikiran berkecamuk, "aduh jangan-jangan mereka gag approve proposal kita yaa," ceritaku setiap  masuk ke kotak biru. "aaah, gag paling belum aja" kata temen-temen berusaha menyemangati. sampai pada suatu hari aku menelpon Kak Wira managernya dan dia bilang "kirim ulang aja ke emailnya management@radityadika.com"
setelah ku kirim ulang pihak management tak lama kemudian ada balasan dari sana.
liku-liku kedua: balasan itu memang membahagiakan karena artinya pihak management Raditya Dika approve proposal kita tapi ada masalah besar mengintai, masalah itu bernama DANA. fee Raditya Dika memang lumayan terjangkau tapi Ridersnya bikin mata terbelalak-- flight pp harus Garuda Indonesia untuk hotel minimal bintang 4 international class dan disiapkan 2 kamar. Gedubraaaakkk. 
langsung kita adakan meeting permasalahan ini, dalam meeting tersebut hanya ada satu agenda memutuskan apakah kita akan lanjut untuk mengadakan acara ini atau kita mundur dan mengadakan kegiatan yang sama tapi pembicaranya diganti. setelah sedikit berdebat dan menimbang banyak hal kita semua sepakat untuk GO ON.. insyaAllah kalau niatnya baik nanti ada jalan. 
dengan tekat yang membara untuk mewujudkan satu gebrakan dengan membuat kegiatan yang mendatangkan pembicara berkelas dan optimisme yang tinggi (tapi boleh juga dibilang nekat) kita semua mulai untuk menyusun rencana tentang teknis kegiatan dan matrikulasi waktu. 
tanggal 15 Oktober 2011, aku mengirimkan surat kontrak ke pihak management yang kemudian langsung ditandatangani oleh Raditya Dika dan send back ke panitia 5 hari setelahnya. setelah aku melihat amplop coklat berbungkus plastik bertuliskan nama perusahan pengiriman terkenal itu, aku speechless.. dalam hati "haaaaaaaa, mimpi kita sebentar lagi teri calon wujud". setelah kontrak sudah ditandatangi, perasaan lega tentunya ada karena rencana kegiatan ini tidak lagi blur, Raditya Dika sudah pasti me-lock tanggal 3 desember untuk datang ke kampus UAD.

***
persiapanpun dilakukan, kita semua berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi calon tamu kita yang seorang artis, komedian dan penulis terkenal ini. persiapan dari yang hal kecil sampai yang besar dari yang mulai rute perjalanan, tempat dia makan, rute ke ruang transit dan banyak hal yang lainnya. 
tiket sold out adalah pencapaian pertama yang melegakan kami, minimal 300 peserta tidak akan membuat kita mengencangkan ikat pinggang.






Kamis, 21 Juni 2012

the way I love u


hari kemarin tepatnya tanggal 21 Juni 2012, ada banyak hal yang membuat aku gusar. dateline tugas yang semakin mencekik, persis kaya' mau ditagih utang dan lagi bener-bener gag punya duit, hehehe
well, time is running so fast. JLEEG tau-tau udah jam dua padahal nongkrong di perpus dari jam 10 pagi. sambil nongkrong di perpus, otakku lari kemana-kemana. yaah, i'm waiting for a very short message dari si gendut. hari ini emang sengaja gag sms duluan buat ngetest gitu ceritanya.
singkat cerita saking BETEnya aku memutuskan pulang dan ngeles(lumayan lah 30rb buat tambah ongkos PPL ), yang tadi rencananya mau dibatalin karena gue GR bakalan "dilibatkan" (makna tersirat ini biarlah saya yang tahu). 

terlalu banyak berfikir sebenarnya tidak baik juga untuk pencernaan, tapi sekali sekali perlulah yaa... sekedar untuk membuat yakin. hehehe

sampai pada akhirnya senjata terakhir seorang perempuan yang tak sanggup mengungkapkan isi hatinya dikeluarkan,, MENANGIS...

sampai pada akhirnya menguatkan hati, berfikir jernih dan bicaksana lalu update status...
" tidak semua hal yang penting itu harus diungkapkan, manusia sering lalai tapi Tuhan tak pernah tidur, siapa berlapang memberi maaf dan berusaha ikhlas pasti tak ada yang sia-sia"

trus activitas menghibur diri dilanjutkan dengan mendownload lirik lagu BCL seperti dibawah ini, yang sangat mewakili perasaanku.
Kecewa

Sedikit waktu yang kau miliki
Luangkanlah untukku
Harap secepatnya datangi aku
S'kali ini ku mohon padamu
Ada yang ingin ku sampaikan
Sempatkanlah...

Hampa kesal dan amarah
S'luruhnya ada dibenakku
Tandai seketika
Hati yang tak terbalas
Oleh cintamu...
Kuingin marah, melampiaskan tapi kuhanyalah sendiri disini
Ingin kutunjukkan pada siapa saja yang ada
Bahwa hatiku kecewa...

Sedetik menunggumu disini, s'perti seharian
Berkali kulihat jam ditangan
Demi membunuh waktu
Tak kulihat tanda kehadiranmu
Yang semakin meyakiniku
Kau tak datang             

Jumat, 13 April 2012

keputusan baru yang mengharu biru


Aku benar-benar menjadi pesakitan karena keputusan ini... sudah kutimbang masak-masak.. kesimpulan dan keputusan sudah diambil..
Kalau menyakiti apakah ini menjadi keberkahan untuk ku.. bagaimana bisa aku bersenang di atas pedihnya luka sahabatku.. ingin rasanya kuulang waktu..  lalu aku membatalkan agenda yang rapih tersusun itu.. indah dalam diriku dan dirinya tapi suram untuk yang lain..
Tangisku kali ini tak perlu mereka tahu.. karena dulupun aku pernah menangis dan aku tak bisa mempertanggungjawabkan tangisku.. lalu aku terjebak dalam kubangan perasaan yang ternyata gayungnya bersambut.. senyum senyum senyum dan bahagia kudapat.. tapi aku juga pedih merasakan sesak yang dia rasakan... aku tau rasanya.. teramat pedih...
Tuhan-ku yang Maha Tahu.. berkahilah, luruskanlah yang mungkin sebelumnya belum lurus.. hanya Engkau yang tahu bukan orang lain.. aku tahu bahagiaku tak hanya terletak pada kesungguhan hati yang saling mencinta tapi juga kebermanfaatan bagi orang lain dan barokahMu.
Dia, sahabat karibku.. dia yang menyayangi yang juga kusayangi.. aku memang datang belakangan aku adalah penyusup diantara kubangan perasaan.. terlalu sulit diungkapkan....
Perasaan meman tidak pernah salah dan dia sering sekali berhenti di tempat yang tidak tepat...

Rabu, 07 Maret 2012

soal latihan USEK Bahasa Inggris SD



PRE-FINAL EXAMINATION TEST
ENGLISH FOR 6TH GRADE OF ELEMENTARY SCHOOL
 

Choose your answer by crossing (x)the choices !
The following dialog is for number 1-2
1.    Sam : “Hallo.. Are you a new student?”
Candra  : “Yes, I’m Joe Candra,you may call me Candra, and you”
Sam : “oh, nice too meet you Candra, I’am Sam. May I know about yourself?”
Candra : “Sure… I’m 10 years old, I come from Makasar, my father is a policeman he has just moved to here, and I lived in Masjid Agung street, Bantul”
Sam :”Woow… welcome to our class”
What is Joe’s nickname?
a.       Sam
b.      Joe
c.       Candra
d.      Joe Candra
2.    What does Candra’s father do?
a.       A new student
b.      Policeman
c.       Masjid Agung street
d.      From Makasar

Kamis, 19 Januari 2012

Don't say, it will be the last...

"Lalu, kemana esok aku akan menumpang ketika badanku lelah dan jenuh melakukan rutinitas-rutinitas yang menguras energi?" pertanyaan hari ini yang hari ini terbesit di relung hatiku yang paling dalam. Yaah.. today would be the last day of being EDSA's member. hari ini laporan pertanggungjawaban sudah kubacakan sebagai seorang koordinator divisi, maaf sudah kusampaikan dan sepertinya telah cukup waktuku bersama keluarga biru ini. "telah cukup waktuku" kata ini teramat sulit memang diungkapkan tapi we have to...administrasi a mengharuskan kami melepas ikatan yang biru yang telah lama kami pelihara agar tidak rusak dan usang. berat.. iya berat sekali.. seperti beratnya ketika aku melepas kakakku di rantau.. dan kini aku harus melepas kakak dan adikku untuk menjalani kehidupan masing-masing tanpa satu ikatan yang sedikit banyak mengharuskan kita selalu bersama-sama dalam duka dan suka. 
mereka, manusia biru tidak pernah lelah hadirkan warna dalam hidupku. "Vitaaaa, kanjeeng mami, pthot, gembhel, nyempreeng" panggilan panggilan yang mungkin akan jarang kudengar di hari-hariku ke depan. "nge-moo(kedai susu yang jadi tempat favorit anak-anak bersukaria) yuuk" lagi ke depan mungkin aku akan jarang dapat ajakan itu. 
***
Pak Heri, sang ketua EDSA, gaya menyebalkan(jahil) ala Bapak-Bapak selalu hadir ketika kita mengadakan rapat, kadang dia bikin geram karena sikapnya yang selalu menganggap semuanya enteng. dibalik sikap menyebalkannya satu hal yang kuingat dan sangat ingin kucontoh. manusia itu sangat pandai menempatkan diri dan luwes dalam pergaulan. Pak heri, aku pasti akan merindukan bentuk kepala microfonemu.. ^^
lalu ada si wakil ketua yang bernama Mas Faichun.. dia punya hobby kehilangan underwear.. menurutku ini adalah buah dari perbuatannya yang selalu berpikiran dari perut ke bawah setiap bercanda.. hahaha. makhluk ini sangat menginspirasi, gigih dan pantang menyerah. 
ada lagi Tong sampahku yang bernama Melathi, sosok pendiam yang menyejukan ini selalu mendengarkan sampah-sampahku.. terima kasih 
yang lain masih banyak lagi..
to be continue....

Minggu, 15 Januari 2012

TERUS TERANG TERANG TERUS

beberapa waktu terakhir ini seonggok perkara muncul dengan cara yang sangat unik persis seperti kisah-kisah di sinetron Remaja yang menjamur di Televisi. uniknya terlekat pada skenario kisah ini yang mengalir begitu saja tanpa ada yang sedikitpun diharapkan... bahakan tokoh-tokoh yang berkecimpung di dalamnya tak pernah terbesit keinginan untuk mau memerankan peran yang teramat rumit ini.
kisah ini jika di tanya awalnya dari mana, mungkin tak pernah ada jawaban yang mampu terlontar.. yaa... kisah ini mengalir bersama waktu yang sebenarnya tak sama sekali berkuasa itu..
tak mungkin dengan gamblang aku mampu melontarkan tokoh yang berperan dalam kisah ini.. tak sanggup aku menyebutkan alur cerita yang teramat pedih diungkapkan..
kisah yang mengharuskan pelakunya menjahit mulutnya agar tak sedikitpun bisa berucap tentang apa yang sesungguhnya terjadi...
kisah yang membuat pelaku-pelaku di dalamnya menangis karena putaran roda yang berhenti di antara belukar yang menakutkan... hendak kemana aku (kami) akan melangkah sementara tak ada sam sekali pintu yang terbuka .. tak ada sama sekali penunjuka arah untuk keluar .. tak ada sama sekali obeng yang bisa digunakan untuk membenahi roda yang terhenti itu...
satu ketika, ada pagi yang cerah dan mengantarkanku pada posisi dimana sedikit bisa bernafas karena ternyata mentari bisa kulihat di antara belukar.. ohh ini pagi, matahari terbit dari timur pertanda aku mengerti di sana adalah timur lalu di sana adalah barat, utara dan selatan..
sekarang tinggal bagaimana aku bisa menentukan jalan mana yang akan ku pilih untukku bisa keluar dari perkara ini...
mereka yang terlibat dalam kubangan perkara ini terlalu istimewa untukku... sehingga mereka tak ingin ku sakiti walaupun itu sudah kulakukan.. kebodohan-kebodohan yang sedang bermekaran dalam hidupku semakin menjelaskan bahwa aku memang telah menyakiti mereka.... mereka yang teramat istimewa untukku...
kisah ini mungkin memang lebih patut di sinetronkan... bukan terjadi di dunia nyata...

satu kesimpulan dari perkara-perkara ini... terus terang sekalipun akan menimbulkan sesak di kemudian hari mungkin akan lebih baik dari pada diam tapi diamnya berjalan bersama BOM yang kapanpun siap meledak dan menewaskan orang-orang di sekitarnya..

#kisah abstrak

Sabtu, 24 Desember 2011

the Important Components of paragraph

          Writing is a skill which should be possessed by the people in occupation. They usually perform their writing almost daily. Writing is a skill that people in all walks of life must perform almost the day (Oshima and Houge,1991:xiii). It means that learning and practicing how make a good writing is required. A good writing in English requires two parts, good grammar and good organization with the result that writing can not be just written at random or by only following the ideas. The writers should elaborate the organized and structured ideas and consider the writing components. According to the Harris (1969:69), the components of writing are classified into five, that is, content, grammar, style, and mechanics. To achieve a good writing, the writers should comply with each component and do the writing process by using four steps: prewriting (getting ideas and organizing them), (2) drafting, (3) developing sentence in each paragraph, and (4) revising. Paragraph is the component forming a writing. Paragraph constitutes a basic unit of organization in writing. Paragraph also has major part, they are, topic sentence, supporting sentence, concluding sentence and the addition unity and coherence.

I’m waiting for the next dating . . .

            Drrrr.. drrrtt.. HP bentuk tempe penyet yang ada digenggaman Ara bergetar, rupa-rupanya ada sms masuk.
“ Ra. . .” tulis dalam pesan singkat tersebut. SMS ini datang dari Ari kakak angkatan Ara yang sejak 5 bulan terakhir ini gemar SMS-an dengan Ara. 
“ Iya, what’s wrong, do u wanna share something?” balas ara sumringah.
Gaya SMS-an Ara memang selalu dicampur dengan Bahasa Inggris bukan bermaksud sok gaul tapi karena tuntutannya sebagai seorang mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris yang harus mengaplikasikan ilmunya dalam setiap kesempatan. SMS berlanjut membahas hal-hal yang tidak penting atau mungkin sesuatu yang dipenting-pentingkan agar Ara bisa lebih intensive komunikasi dengan Ari, sang kakak angkatan yang dianggapnya memang sosok yang uncommon dan luar biasa ini.
            Sejauh ini, hubungan mereka yang terliat biasa-biasa saja selayaknya hubungan pertemanan antara senior dan junior lainnya. Tak ada kata-kata special yang diucapkan baik dari Ari maupun Ara, tak ada pembicaraan yang khusus dan serius dari hati ke hati, semua terlihat datar dan biasa-biasa saja. Namun, sebenarnya Ara menyimpan segumpal rasa yang bergejolak di dalam dadanya.
It’s like a chocolate without sugar and milk” gumam Ara sendirian di dalam kamar sambil senam jari SMS-an sama sang Kakak ini. Hatinya begitu bergejolak ketika mulutnya selalu tak bisa menyampaikan apa yang sebenarnya ada di dalam hatinya. Yah, seperti yang dia katakan tadi coklat tanpa gula dan susu, PAHIT.
***

Rabu, 09 November 2011

Argumentation ESSAY

Naturalizing Football Player is colonization


Indonesian National Team usually possesses eleven starters and eleven reserve players.  They are the elected Indonesian football players coming from various regions of Indonesia. But in 2010 for the first time, Indonesian Football Association (PSSI) called the youths living abroad, have been being Indonesian decline also having an extraordinary talent in playing football to provide the Indonesian National team. The government gives special treatment by naturalizing and encouraging double passport for them. In present, Indonesian Football Association (PSSI) carries out the same action in Junior National team. Whereas, calling the decline players do not solve the exactly problem in national team even it may cause new problems such as filling in a chance for the truth Indonesian, it will not solve the exactly problem in national team and lowering the prestige of the Nation.

AUTOBIOGRAPHY

I was born in Sleman, Yogyakarta, September 21st 1990. I live in a village which still had a lot of local policies. I grow in the plain family with two older brothers. My father is a civil servant but he had died when I was in grade 6th of elementary school. Because of that, I only have single parent that is my lovely mother. My mother is an entrepreneur, actually she sells all kinds of clothes in Kranggan Market. My brothers had worked. My first brother had got married and had two children.
My boyhood was spent for studying, playing and several activities which was suggested by my parents such as TPA, joining in dancing course etc. Playing kite and hide and seek became my favorite activities. Although I am a female but I like to play those. Formerly, My family always said that I was the hyperactive and naughty kid because I always made unpredictable problems like ordering to buy anything without considering time and place, crying every morning when the breakfast or the clothes (uniform) are inappropriate with my longing and many more. In the other head, my academic score was almost perfect. I often got 1st rank in my class.
In the teenagers phase, a lot of things changed after my father died. My mother hadn’t been ready leading my family, so there were many problems in early time after of my father’s death. At that time, I hadn’t been able to think about life, motivation, efforts etc. I just knew about where I should hang out, when I will get the money and how I can get a good score. I hardly thought about my mother’s burdens for taking care her children and standing alone financially. In truth, it became the most difficult phase in my life because I was like a chick lost the mother.

Senin, 07 November 2011

KUTITIP RINDUKU UNTUK AYAH…

                Sepeda motor merah yang sedikit menderita karena kekejaman sang empunya yang membiarkannya tak beristirahat sepanjang bulan berhenti tepat di depan rumah mewah bagi orang-orang yang hidup 30 tahun yang lalu. Matahari belum turun pertanda hari masih senja, aku sedikit lega karena akhirnya dapat melihat rumah tanpa menggunakan lampu. Hari ini untuk kali pertamanya dalam seminggu aku pulang sore. Seperti yang sudah-sudah dilakukan sepulang menuntut ilmu dan berkegiatan, aku melempar tas di atas kumpulan kapuk yang terajut indah. Merabahkan tubuh yang teramat lelah karena seharian mondar mandir mengelilingi jalanan hijrah dari satu tempat ke tempat lain untuk menunaikan tugas. Senang sekali rasanya bisa beristirahat menyaksikan udara sore hari di rumah.
                Tak lama aku teringat, hari ini aku membawa buku yang telah lama kuinginkan. “Melukis Pelangi” begitu judulnya, karya seorang seleb muda bernama Oki Setiana Dewi. Tak tahu apa yang istimewa dengan buku ini tapi dari dulu ingin sekali membacanya, mungkin karena aku mengerti bahwa buku ini adalah catatan hati seorang perempuan yang berjuang menembus kerasnya kehidupan. Beberapa halaman kubaca,belum kutemukan sesuatu yang istimewa lalu aku menemukan satu halaman yang memuat satu gambar yang teramat ku benci, yaa Foto Keluarga. Foto yang menggambaran betapa harmonis dan membahagiakann ketika bisa berapa di tengah ayah ibu dengan senyum yang mengembang. Jangankan dengan baju mewah, kursi baguas, difoto dengan kamera mahal atau di studio professional, dengan alat dan kondisi seadanyapun aku tak dapat melakukannya. Bukan maksud membenci gambar demikian pertanda aku dengki dengan kebahagiaan yang mereka miliki. Namun, aku benci karena aku tak kuasa menahan tangis ketika aku melihat orang-orang berfoto KELUARGA dengan penuh senyum. 21 tahun udara di dunia kuhirup, dan selama itu pula belum pernah aku abadikan kebersamaanku dengan Ayah Ibu dan kedua Kakakku. Mungkin itu bukan sesuatu yang penting, namun menjadi penting ketika kini aku sama sekali tak dapat melakukannya.

Minggu, 09 Oktober 2011

Hadiah untuknya yang bersabar dan istiqomah

Hari ini.. Ada yang berbeda dengan peringai wajahku.. Tak berseri tak juga kusut tp ada yg tersirat dlm guratan dahi dan mataku... Berangkat menuntut ilmu dengan energi pas-pasan krn baru saja sakit... Tak ada yg istimewa di dalam kelas..merintih karena tak ada sesuap nasi yg mengganjal lambung dan kepala yg terasa begitu berat ditambah mendengarkan kultum(kuliah seratus menit) yg teramat memberatkan..:(
hari berjalan seperti biasanya tak ada yang istimewa.. Bru bbrp menit keluar kelas, bertemulah dengan kawan yg bersiap mengajak untuk menengok warung sebelah... Lalu pembicaran dimulai dengan pertanyaan.. Bagaimana dengannya...?.. Diskusi berlasung asyik,tidak begitu alot karena kita menuju pd satu kesimpulan yang sama yaitu 'menyerah' dan tak mau menjadi bagian yang tersakiti oleh harapan.. Diujung diskusi yang menceritakan pengalaman tidak mengasyikan menjadi seorang 'secret admire' itu ditarik kesimpulan.. Marilah kita memberi cinta,kasih dan sayang kita scr ikhlas kpd siapapun tak perlu mengharap, lalu jika kita menginginkan yg baik maka jdilah yg baik terlebih dahulu.. Waktu dan tugas mengharuskan kita mengakhiri diskusi itu. Lalu berjalanlah q untuk menghadap Tuhanku dan bertemu dgn kaka seperjuangan yg lama tak kutemui senyumnya...

Sabtu, 26 Februari 2011

melakukan hal yang hebat

hidup memang terkadang sangat rumit dijelaskan. rencana - rencana manusia yang banyak baik yang rasional maupun irasional terkadang membuat manusia itu menjadi pribadi yang unpredictable. Maksud saya adalah katika seseorang membuat suatu perencanaan yang imajinatif ataupun sangat realistis, sering kali kita melupakan bahwa Tuhan punya rencana yang lebih dahsyat dari rencana kita sekalipun itu menyakitkan. 
baru-baru ini saya sedang merasakan betapa rahasia Allah itu sangat mengagumkan walaupun sebenarnya dulu sangat menyakitkan. Butuh banyak waktu untuk menghapus kesedihan dan mengambil hikmah dibalik duka. Waktu ya waktu,, butuh waktu untuk menemukan jawaban, butuh waktu untuk mengambil hikmah dari sebuah kegagalan dan butuh waktu untuk mensyukuri nikmat yang tersembunyi dibalik duka panjang yang menyelimuti hari-hari kita.Kawan-kawan coba hitung berapa banyak umpatan kita pada hambatan-hambatan kita mengarungi kehidupan, berapa banyak doa kita yang dulu pernah kita panjatkan dan belum dijawab hingga sekarang, berapa banyak keluhan-keluhan kita yang sia-sia. setelah saya renungkan... semua itu hanya akan membawa kita ke jurang kegagalan. 

Waktu itu mahal harganya, labih mahal dari emas dan perak. waktu tidak akan pernah kembali ketika sudah kita tinggalkan, waktu tidak akan mau diminta untuk pulang dia hanya mau berjalan ke depan tanpa peduli kesalahan-kesalahan yang ada di belakang. 
Jika Ahmad Dahlan diumurnya ke-20 sudah mampu mengubah arah kiblat dengan kematangan ilmunya. diumur kita(saya 21 tahun) apa yang bisa kita lakukan untuk diri kita , orang tua kita, keluarga kita dan lingkungan di tempat kita berada?. saya mengutip kata Pelatih Karawitan saya, beliau selalu berpesan "bertanyalah apa yang bisa kita lakukan untuk institusi kita ini, jangan bertanya apa yang bisa institusi ini kita berikan kepada kita " (Sutriswaya:2006). tidak ada perjuangan yang sia-sia, mungkin kita belum merasakan h
asil perjuangan kita sekarang tapi nanti 1, 2 tahun ke depan bahkan 10 atau 20 tahun yang akan datang. 

sukses adalah perjuangan, mulai dari memperjuangkan untuk tidak menyianyiakan waktu dan melakukan hal yang hebat dan bermanfaat. [RisvitaR:260211]


Sabtu, 19 Februari 2011

PSSI yang malang

Hari ini Rabu, 19 Februari 2011 tepatnya pukul 17.00  diumumkan hasil verivikasi berkas Balon (Bakal Calon)Ketua Umum PSSI pada periode kepengurusan 4 tahun mendatang. Ada 4 nama yang mengajukan diri Nurdin Halid, Nirwan Bakrie, George Toisutta dan Arifin Panigoro. dan ternyata yang llos adalah Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie. seketika saya meradang dan mengumpat di depan TV, What's the hell??. sebenarnya Sudah diprediksi sejak awal bahwa akan ada konspirasi pada seleksi ketum PSSI ini. sudah menjadi rahasia umum jika NH adalah manusia yang sangat hebat dan "berjasa" di kancah persepakbolaan indonesia. Beliau mempunyai banyak kelebihan dalam hal loby dan kedekatannya dengan FIFA (Link Internasional) namun lebih banyak kurangnya dalam hal perbaikan dan kepemimpinannya di TUbuh PSSI. sedangkan Nirwan Bakrie adalah pengusaha yang memang konsen sekali di dunaia olahraga khususnya sepakbola. mereka seolah sudah mendesign pemilihan ini sedemikian rupa sehingga apa yang diinginkan dapat terwujud.
saya hanyalah satu dari jutaan suporter bola yang kecewa. kami adalah rakyat yang seharusnya di dengar aspirasinya. tidaklah mereka (terkhusus NH) berkaca dan kemudian merefleksi apa yang sudah dia lakukan untuk sebuah perbaikan... menaturalisasi pemain asing? meloby Tim - tim tangguh untuk Friendly match dengan TIMNAS? . bandingan dengan suporter-suporter yang telah berpeluh keringat bahkan darah untuk memperjuangkan kemunduran rezimnya... tidakkah semua itu di dengar, apakah kurang jelas kekurangan-kekurangan yang ada. dan kemana pajabat yang berwajib membiarkan semua kacau... 
(Vita, 19022011)